Tampilkan postingan dengan label Japan Freak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Japan Freak. Tampilkan semua postingan

Rabu, 10 Juni 2009

5 Top Dorama

Setelah sekian banyak dorama yang saya tonton, saya akan membuat 5 top list dorama. Kriteria penilaian dilihat dari segi cerita, acting pemain sampai dengan tata suara. Tentu saja penilaian ini sangat subjective, dan anda boleh protes atas pilihan saya. Berikut listnya.

1. Hana Yori Dango

Inilah dorama yang romantis pertama yang pernah saya tonton, Kisah ini bermula ketika makino tsukushi (Inoue Mao) sekolah di tempat orang kaya. Tsukushi adalah dari keluarga biasa saja dan dia sering membawa bento atau kotak makan. Di tempat sekolah itu ada gang yang terkenal bernama F4 ( baca F Four). F4 terdiri dari 4 orang cowok yaitu Mimasaka Akira (Abe Tsuyoshi), Nishikado Soijiro (Matsuda Shota), Hanazawa Rui (Oguri Shun) dan terakhir... Domyouji Tsukasa (Matsumoto Jun). Mereka semua adalah anak orang kaya, yang terakhir adalah pimpinan mereka berempat. Masalah muncul ketika Tsukushi mencoba membela temannya sakurako melawan F4. Alhasil dia mendapat memo merah sebagai tanda perang. Tsukushi bukan orang yang gampang menyerah dan dia pernah memukul Domyouji Tsukasa. Domyouji yang merasa benci terhadap Tsukushi malah diam-diam menyukainya. Tentu saja pasangan kaya – miskin ini gak cocok pada awalnya, banyak rintangan yang dilewati sebelum akhirya mereka bisa membuktikan cintanya satu sama lain.




Dorama ini sangat menarik dan ceritanya khas. Pada awalnya kisah di adopsi dari manga (komik jepang) sebelum akhirnya di ambil oleh Taiwan untuk di buat drama yang kita kenal dengan meteor garden. Setelah itu jepang akhirnya membuat doramanya dengan judul Hana Yori Dango. Sekarang bahkan korea pun membuatnya bahkan sudah di tayangkan di stasiun swasta Indosiar setiap selasa malam. Kisah ini menggambarkan bahwa kekuatan cinta itu lebih besar daripada kekuasaan dan harta, inilah yang di rasakan Domyouji ketika dia menyukai Tsukushi. Kredit plus di berikan kepada Inoue mao yang berakting bagus memerankan tokoh tsukushi makino yang berani, tegas namun lucu dan polos. Ostnya yang berjudul "Wish" dinyanyikan Arashi sangat pas dan terasa enak didengar.


2. My Boss My Hero

My Boss My Hero bercerita mengenai seorang calon pewaris salah satu grup Yakuza di Kantou bernama Sakaki Makio. Karena ia mengacaukan transaksi senilai puluhan juta dolar, ia diminta ayahnya untuk masuk SMU agar dia bisa mengurangi kebodohannya sedikit (^-^) Makio terpaksa mematuhi ayahnya karena ia terancam dicopot dari calon pewaris grup Yakuza generasi ke-3 bila ia tidak mampu membawa gelar diploma kelulusan dari SMU.

Ternyata di sekolah Makio tidak hanya belajar pelajaran sekolah. Makio juga belajar soal kehidupan, cinta, dan persahabatan. Untuk pertama kalinya Makio mendapatkan teman-teman sejati, jatuh cinta, dan berbagi suka-duka bersama-sama teman sekelas. Tetapi di luar kegembiraan itu, Makio juga harus ingat pada tujuan utamanya masuk SMU, yaitu gelar diploma kelulusan. Hal ini sangat sulit mengingat betapa bodohnya Makio.
Selain itu juga Makio harus bersaing dengan adiknya yang baru pulang dari Amerika untuk memperebutan posisi pewaris grup Yakuza generasi ke-3, serta perselisihannya dengan grup Yakuza saingannya yaitu Kumada Family.

Dorama ini sangat kocak, baru nonton 15 menit saja sudah tertawa. Bahkan sepanjang setiap episode selalu di bumbui adegan lucu. Walaupun nampak tua Tomoya Nagase mampu memrankan tokoh Sakaki makio dengan baik. Dorama ini diramaikan juga oleh artis imut Yui Aragaki. OST dorama ini berasal dari Band TOKIO dimana Tomoya Nagase sendiri menjadi vokalisnya

3. Gokusen

Sepeninggal kedua orang tuanya, Kumiko Yamaguchi (Yukie Nakama) dirawat oleh kakeknya, Ryuichiro Kuroda (Ken Utsui) yang merupakan pemimpin dari suatu sindikat mafia Jepang (Yakuza). Walau dibesarkan dalam keluarga mafia dan sangat dipuja oleh anak buahnya, Kumiko tidak berniat mewarisi kekuasaan kakeknya. Ia malah memilih menjadi seorang guru, profesi yang juga digeluti oleh almarhum ayahnya.

Kumiko akhirnya bisa diterima di suatu sekolah khusus cowok, Shiroken Gakuen (Platinum High School --> bahasa Melayu-nya :) ) Hari pertama ia datang, murid-murid meremehkannya, karena sekilas ia bertubuh kecil, lemah, dan tidak secantik rekan barunya, Shizuka Fujiyama (Misaki Ito). Lebih sial lagi, Kumiko ditunjuk menjadi wali kelas 3D, kelas buangan yang terkenal penuh berisi anak-anak nakal dan preman.

Pada waktu pertama mengajar saja, warga kelas 3D berusaha mengusir Kumiko dan membuatnya tidak betah. Anak-anak kelas 3D, dengan pentolan-pentolannya seperti Shin Sawada (Jun Matsumoto), Uchiyama (Shun Oguri), Kuma (Tomohiro Waki), Minami (Yuma Ishigaki) dan Noda (Hiroki Narimiya) mencoba membuat Kumiko gentar. Namun kata menyerah sama sekali tidak ada dalam kamus guru jagoan ini. Dengan cara-caranya sendiri Kumiko pun bisa membuat murid-muridnya mulai menghargainya sebagai wali mereka.

Dorama ini penuh dengan pesan moral, mengisahkan perjuangan seorang guru menghadapi murid-murid yang nakal dengan berbagai permasalahannya. Walaupun begitu dorama ini tidak lepas dari adegan lucu. Peran seorang guru di lakoni oleh Yuki Namaka, selain itu ada actor terkenal lain seperti Masaki Ito, Matsumoto Jun dan Oguri Shun.

4. Ichi Ritoru Namida (One Litre Of Tears)

Dorama ini diambil dari kisah nyata berdasarkan buku harian Kifuji Aya yang berjuang menghadapi penyakit Spinocerebellar Degeneration. Isi buku harian tersebut menceritakan perjuangan Aya menghadapi penyakit yang dideritanya sejak umur 14 tahun sampai ia meninggal saat umur 25 tahun.

Aya Ikeuchi (Erika Sawajiri) adalah seorang gadis yang sempurna. Cantik, baik hati, lemah lembut, ramah, pandai dan juga bintang basket di sekolah. Ia adalah kebanggaan keluarga Ikeuchi, sebuah keluarga sederhana dengan enam anggota keluarga. Ayahnya, Mizua Ikeuchi (Jinnai Takanori), seorang pembuat tofu (tahu Jepang) yang membuka toko tofu di rumah. Ibunya, Shioka Ikeuchi (Yakushimaru Hiroko), seorang konsultan kesehatan yang bekerja di rumah sakit setempat. Aya adalah anak tertua keluarga itu, dengan dua adik perempuan dan satu adik lelaki, Ako (Narumi Riko) si gadis pemberontak, Hiroki (Sanada Yuma) dan Rika (Miyoshi Ai).

Masuknya Aya ke SMA Higashi Koukou merupakan puncak kebahagiaan keluarga Ikeuchi. Aya pun demikian. Dua orang sahabatnya juga diterima di sekolah dan kelas yang sama. Aya diterima bergabung dengan klub basket sekolah dengan baik karena kemampuannya. Di klub basket itu Aya kembali bertemu dengan Senpai (kakak kelas) yang ditaksirnya sejak SMP, yang ternyata juga menyukai dirinya. Kebahagiaan Aya lengkap sudah.

Tapi namanya hidup... tidak ada yang sempurna. Di usianya yang masih sangat belia, 15 tahun, Aya divonis menderita penyakit Spinocerebellar Degeneration, sebuah penyakit syaraf tanpa obat yang tak dapat disembuhkan. Penderitanya akan mengalami penurunan kemampuan syaraf, mulai dari kelumpuhan sampai kehilangan kemampuan menulis dan bicara. Lebih parah lagi, kemampuan menelan makanan pun akan hilang perlahan-lahan, sehingga penderitanya mutlak tinggal menunggu ajal.

Hancurlah perasaan Shioka, ibu Aya, orang pertama yang tahu penyakit Aya. Dicecarnya dokter yang merawat Aya (Fujiki Naohito), orang yang memberikan vonis itu. Mana mungkin kehidupan Aya yang sempurna harus direnggut penyakit mematikan itu?
Aya yang belum tahu apa-apa, tengah menikmati masa remajanya di SMA. Ia bertemu dengan Asou Haruto (Nishikido Ryou), teman sekelasnya, seorang penyendiri yang menyebalkan. Haruto tipikal cowo yang cuek dan masa bodo dengan segala hal yang terjadi di sekelilingnya. Yang jadi perhatiannya hanya ikan dan kura-kura yang jadi peliharaannya di klub biologi, tempat ia menghabiskan waktu sepulang sekolah.

Hal itu juga bukannya tanpa alasan. Kematian kakak laki-laki Haruto, membawa sebagian hati Haruto bersamanya. Apa yang terjadi ketika kedua orang ini tahu kondisi masing-masing? Haruto-lah orang yang membawakan Aya payung, ketika di hujan deras Aya menunggu Senpai-nya yang membatalkan kencan karena penyakitnya. Haruto-lah satu-satunya orang yang tetap berada di sisi Aya ketika kondisi Aya semakin parah.
Apa jadinya keluarga Ikeuchi, ketika semuanya tahu bahwa putri kebanggaan mereka harus kehilangan masa depannya? Ketabahan, cinta dan kehangatan keluarga, itulah fokus drama menyentuh ini. Lebih mengharukan lagi, ternyata Ichi Litre diangkat dari kisah nyata, dimana Aya yang sebenarnya sudah meninggal...

Dorama ini mengajarkan kita betapa bernilainya arti hidup ini. Mungkin disaat kita menyiakan hidup kita harus berpikir mungkin orang lain di saat bersamaan mempejuangkan hidup mereka untuk melawan penyakit. Disisi lain kita dapat melihat dalam dorama ini bahwa keluarga adalah tempat terbaik,ketika salah satu anggota sakit maka yang lainnya ikut empati dan membantu dengan berbagai cara.

Erika sawajiri menjadi salah satu artis yang melambung karena dorama ini, selain itu ada Ryo nishikido. OST yang berjudul “Konayuki” dari Remioramen bertengger di 10 besar Oricorn cart jepang selama beberapa minggu. Dorama ini merupakan dorama yang paling sedih dan menyentuh.

Indonesia pernah menayangkan sinetron yang bertema sama berjudul ‘Buku Harian Nayla’ yang juga melambungkan nama artis Chelsea Olivia. Sayang sekali sedikit inovasi yang bisa dikreasikan dari cerita aslinya sehingga bisa dibilang sinetron ini menjiplak abis

5. Nobuta Wa Produce

Shuuji (Kamenashi Kazuya dari group Kat-Tun) adalah pemuda paling populer di SMU. Gayanya yang supel dan periang, sebenarnya hanya sekedar 'topeng' belaka. Sesungguhnya, ia bosan dengan kehidupan SMUnya. Ia melihat popularitas hanya sebagai sebuah permainan, sehingga ia rela melakukan segalanya demi mempertahankan status sosialnya di sekolah, salah satunya adalah mengencani gadis yang paling "cute" di sekolah, padahal tidak punya perasaan apa pun terhadap gadis itu.
Dengan teman-teman sekelasnya, ia juga tidak menjalin persahabatan yang serius. Pertemanan di antara mereka dangkal saja, sebatas teman bercanda di sekolah. Satu-satunya orang yang jadi "teman" Shuuji hanyalah Akira (Yamashita dari group band "NEWS"), seorang cowo sableng yang rada 'aneh', yang bertolak belakang 180 derajat dengan Shuuji.

Akira selalu tertawa dan berakting ajaib, seperti orang 'terbelakang'. Melihat Akira melompat-lompat di tangga sekolah sambil bergaya seperti orang mabok, bukan hal yang aneh. Meski begitu, Akira selalu jujur dan menyatakan apapun yang ada dalam pikirannya. Sebenarnya Akira adalah anak orang kaya yang karena suatu alasan tinggal bersama seorang penjual tahu. Shuuji segan terhadapnya karena Akiralah satu-satunya orang yang bisa mengenali karakter asli dirinya. Perlahan-lahan Shuuji mulai menerima kehadiran Akira, karena Shuuji merasa bisa jadi dirinya sendiri saat sedang bersama Akira. Namun demikian, Shuuji tidak pernah membiarkan mereka berdua terlihat bersama di sekolah.

Suatu hari, seorang siswi pindahan bernama Kotani Nobuko masuk ke kelas mereka. Nobuko adalah seorang gadis pendiam yang selalu tampak depresi. Karena keanehan sikapnya (misal: selalu menunduk dalam-dalam di sekolah) ia dijadikan bulan-bulanan, terutama oleh golongan siswi populer di sekolah. Anehnya lagi, Nobuko tidak berusaha melakukan apapun untuk menghentikan mereka, malah terlihat pasrah.

Suatu hari Shuuji dan Akira menolong Nobuko yang *lagi-lagi* dikerjain di WC putri. Akira pun punya ide gemilang. Diajaknya Shuuji melakukan sebuah "proyek" baru: mengubah Nobuko menjadi gadis paling populer di sekolah. Mereka akan "memproduksi Nobuta" (nama yang mereka pilih untuk Nobuko), seorang idol baru di sekolah mereka.

Pertama, mereka berhasil membuatnya diterima masuk ke toko buku di mana pemiliknya yang sableng hanya memperbolehkan gadis dan lelaki yang cantik dan tampan untuk masuk. (Mereka melakukannya dengan menggunakan uang Akira ^-^). Sebelumnya, pacar Shuuji adalah satu-satunya yang bisa melakukan ini dan ia menjadi terkenal di sekolah karena itu. Ketika Nobuko menjadi orang kedua yang berhasil, Nobuko-pun menjadi terkenal di sekolah.
Tapi Shuuji dan Akira lupa bahwa orang bisa jadi sangat kejam terhadap orang lain. Kesuksesan mendadak Nobuko membuat gadis-gadis lainnya semakin mengganggu Nobuko karena iri. Shuuji dan Akira mencoba banyak hal lainnya seperti mengubah rambut dan pakaiannya, tetapi semua percobaan mereka hanya membuat kepopuleran Nobuko menjadi semakin singkat - paling tidak di episode-episode awal.

Lepas dari usaha mereka berhasil atau tidak, ketiganya kemudian menjalin persahabatan yang erat - walaupun Shuuji hanya bicara pada Akira dan Nobuko kalau mereka sedang berada di atap, ketika tidak ada orang yang melihat. Shuuji pun terpaksa mengakui kalau ia menyukai saat-saat bersama Akira dan Nobuko, lebih daripada ketika ia bersama siswa lainnya. Cinta segitiga pun mulai tumbuh secara perlahan di antara mereka bertiga.

Dorama ini mengajarkan kita tentang arti persahabatan yang sesungguhnya. Ketika kita mempunyai masalah dalam hidup ingatlah kamu tidak sendirian karena kamu mempunyai teman yang akan membantu dalam suka maupun duka. Akting Maki hirokita sangat bagus sekali dia bisa memerankan tokoh nobuko. Sementara Yamapi mempertunjukan aktinya yang bisa memerankan tokoh yang jenaka tapi cerdas seperti akira.

Demikianlah Top 5 Dorama yang saya pilih, mugkin teman - teman bisa membuat list sendiri dengan penilaian masing-masing yang tentunya bisa berbeda. Saya sendiri saat ini masih dan akan tetap menantikan dorama yang baru, karena dorama ceritanya lebih bagus dan bisa memberikan inspirasi bagi saya.

Baca Selengkapnya......

Kamis, 10 April 2008

Morning Musume


Morning musume adalah Grup abg cewek dari jepang yang personalnya gonta-ganti. Sampai sekarang udah mengeluarkan beberapa generasi.Morning musume sendiri di bawah Hello Project yang di sutradai Tsunku. Seberapa asyikkah morning musume, siapa aja personilnya dari dulu sampai sekarang? Nantikan ulasannya..

Baca Selengkapnya......

10 rahasia sukses bangsa jepang

1. KERJA KERAS

Sudah menjadi rahasia umum bahwa bangsa Jepang adalah pekerja keras. Rata-rata jam kerja pegawai di Jepang adalah 2450 jam/tahun, sangat tinggi dibandingkan dengan Amerika (1957 jam/tahun), Inggris (1911 jam/tahun), Jerman (1870 jam/tahun), dan Perancis (1680 jam/tahun). Seorang pegawai di Jepang bisa menghasilkan sebuah mobil dalam 9 hari, sedangkan pegawai di negara lain memerlukan 47 hari untuk membuat mobil yang bernilai sama. Seorang pekerja Jepang boleh dikatakan bisa melakukan pekerjaan yang biasanya dikerjakan oleh 5-6 orang. Pulang cepat adalah sesuatu yang boleh dikatakan “agak memalukan” di Jepang, dan menandakan bahwa pegawai tersebut termasuk “yang tidak dibutuhkan” oleh perusahaan. Di kampus, professor juga biasa pulang malam (tepatnya pagi ;) ), membuat mahasiswa nggak enak pulang duluan. Fenomena Karoshi (mati karena kerja keras) mungkin hanya ada di Jepang. Sebagian besar literatur menyebutkan bahwa dengan kerja keras inilah sebenarnya kebangkitan dan kemakmuran Jepang bisa tercapai.

2. MALU

Malu adalah budaya leluhur dan turun temurun bangsa Jepang. Harakiri (bunuh diri dengan menusukkan pisau ke perut) menjadi ritual sejak era samurai, yaitu ketika mereka kalah dan pertempuran. Masuk ke dunia modern, wacananya sedikit berubah ke fenomena “mengundurkan diri” bagi para pejabat (mentri, politikus, dsb) yang terlibat masalah korupsi atau merasa gagal menjalankan tugasnya. Efek negatifnya mungkin adalah anak-anak SD, SMP yang kadang bunuh diri, karena nilainya jelek atau tidak naik kelas. Karena malu jugalah, orang Jepang lebih senang memilih jalan memutar daripada mengganggu pengemudi di belakangnya dengan memotong jalur di tengah jalan. Bagaimana mereka secara otomatis langsung membentuk antrian dalam setiap keadaan yang membutuhkan, pembelian ticket kereta, masuk ke stadion untuk nonton sepak bola, di halte bus, bahkan untuk memakai toilet umum di stasiun-stasiun, mereka berjajar rapi menunggu giliran. Mereka malu terhadap lingkungannya apabila mereka melanggar peraturan ataupun norma yang sudah menjadi kesepakatan umum.

3. HIDUP HEMAT

Orang Jepang memiliki semangat hidup hemat dalam keseharian. Sikap anti konsumerisme berlebihan ini nampak dalam berbagai bidang kehidupan. Di masa awal mulai kehidupan di Jepang, saya sempat terheran-heran dengan banyaknya orang Jepang ramai belanja di supermarket pada sekitar jam 19:30. Selidik punya selidik, ternyata sudah menjadi hal yang biasa bahwa supermarket di Jepang akan memotong harga sampai separuhnya pada waktu sekitar setengah jam sebelum tutup. Seperti diketahui bahwa Supermarket di Jepang rata-rata tutup pada pukul 20:00. Contoh lain adalah para ibu rumah tangga yang rela naik sepeda menuju toko sayur agak jauh dari rumah, hanya karena lebih murah 20 atau 30 yen. Banyak keluarga Jepang yang tidak memiliki mobil, bukan karena tidak mampu, tapi karena lebih hemat menggunakan bus dan kereta untuk bepergian. Termasuk saya dulu sempat berpikir kenapa pemanas ruangan menggunakan minyak tanah yang merepotkan masih digandrungi, padahal sudah cukup dengan AC yang ada mode dingin dan panas. Alasannya ternyata satu, minyak tanah lebih murah daripada listrik. Professor Jepang juga terbiasa naik sepeda tua ke kampus, bareng dengan mahasiswa-mahasiswanya.

4. LOYALITAS

Loyalitas membuat sistem karir di sebuah perusahaan berjalan dan tertata dengan rapi. Sedikit berbeda dengan sistem di Amerika dan Eropa, sangat jarang orang Jepang yang berpindah-pindah pekerjaan. Mereka biasanya bertahan di satu atau dua perusahaan sampai pensiun. Ini mungkin implikasi dari Industri di Jepang yang kebanyakan hanya mau menerima fresh graduate, yang kemudian mereka latih dan didik sendiri sesuai dengan bidang garapan (core business) perusahaan. Kota Hofu mungkin sebuah contoh nyata. Hofu dulunya adalah kota industri yang sangat tertinggal dengan penduduk yang terlalu padat. Loyalitas penduduk untuk tetap bertahan (tidak pergi ke luar kota) dan punya komitmen bersama untuk bekerja keras siang dan malam akhirnya mengubah Hofu menjadi kota makmur dan modern. Bahkan saat ini kota industri terbaik dengan produksi kendaraan mencapai 160.000 per tahun.

5. INOVASI

Jepang bukan bangsa penemu, tapi orang Jepang mempunyai kelebihan dalam meracik temuan orang dan kemudian memasarkannya dalam bentuk yang diminati oleh masyarakat. Menarik membaca kisah Akio Morita yang mengembangkan Sony Walkman yang melegenda itu. Cassete Tape tidak ditemukan oleh Sony, patennya dimiliki oleh perusahaan Phillip Electronics. Tapi yang berhasil mengembangkan dan membundling model portable sebagai sebuah produk yang booming selama puluhan tahun adalah Akio Morita, founder dan CEO Sony pada masa itu. Sampai tahun 1995, tercatat lebih dari 300 model walkman lahir dan jumlah total produksi mencapai 150 juta produk. Teknik perakitan kendaraan roda empat juga bukan diciptakan orang Jepang, patennya dimiliki orang Amerika. Tapi ternyata Jepang dengan inovasinya bisa mengembangkan industri perakitan kendaraan yang lebih cepat dan murah. Mobil yang dihasilkan juga relatif lebih murah, ringan, mudah dikendarai, mudah dirawat dan lebih hemat bahan bakar. Perusahaan Matsushita Electric yang dulu terkenal dengan sebutan “maneshita” (peniru) punya legenda sendiri dengan mesin pembuat rotinya. Inovasi dan ide dari seorang engineernya bernama Ikuko Tanaka yang berinisiatif untuk meniru teknik pembuatan roti dari sheef di Osaka International Hotel, menghasilkan karya mesin pembuat roti (home bakery) bermerk Matsushita yang terkenal itu.

6. PANTANG MENYERAH

Sejarah membuktikan bahwa Jepang termasuk bangsa yang tahan banting dan pantang menyerah. Puluhan tahun dibawah kekaisaran Tokugawa yang menutup semua akses ke luar negeri, Jepang sangat tertinggal dalam teknologi. Ketika restorasi Meiji (meiji ishin) datang, bangsa Jepang cepat beradaptasi dan menjadi fast-learner. Kemiskinan sumber daya alam juga tidak membuat Jepang menyerah. Tidak hanya menjadi pengimpor minyak bumi, batubara, biji besi dan kayu, bahkan 85% sumber energi Jepang berasal dari negara lain termasuk Indonesia. Kabarnya kalau Indonesia menghentikan pasokan minyak bumi, maka 30% wilayah Jepang akan gelap gulita :) Rentetan bencana terjadi di tahun 1945, dimulai dari bom atom di Hiroshima dan Nagasaki, disusul dengan kalah perangnya Jepang, dan ditambahi dengan adanya gempa bumi besar di Tokyo. Ternyata Jepang tidak habis. Dalam beberapa tahun berikutnya Jepang sudah berhasil membangun industri otomotif dan bahkan juga kereta cepat (shinkansen). Mungkin cukup menakjubkan bagaimana Matsushita Konosuke yang usahanya hancur dan hampir tersingkir dari bisnis peralatan elektronik di tahun 1945 masih mampu merangkak, mulai dari nol untuk membangun industri sehingga menjadi kerajaan bisnis di era kekinian. Akio Morita juga awalnya menjadi tertawaan orang ketika menawarkan produk Cassete Tapenya yang mungil ke berbagai negara lain. Tapi akhirnya melegenda dengan Sony Walkman-nya. Yang juga cukup unik bahwa ilmu dan teori dimana orang harus belajar dari kegagalan ini mulai diformulasikan di Jepang dengan nama shippaigaku (ilmu kegagalan). Kapan-kapan saya akan kupas lebih jauh tentang ini :)

7. BUDAYA BACA

Jangan kaget kalau anda datang ke Jepang dan masuk ke densha (kereta listrik), sebagian besar penumpangnya baik anak-anak maupun dewasa sedang membaca buku atau koran. Tidak peduli duduk atau berdiri, banyak yang memanfaatkan waktu di densha untuk membaca. Banyak penerbit yang mulai membuat man-ga (komik bergambar) untuk materi-materi kurikulum sekolah baik SD, SMP maupun SMA. Pelajaran Sejarah, Biologi, Bahasa, dsb disajikan dengan menarik yang membuat minat baca masyarakat semakin tinggi. Saya pernah membahas masalah komik pendidikan di blog ini. Budaya baca orang Jepang juga didukung oleh kecepatan dalam proses penerjemahan buku-buku asing (bahasa inggris, perancis, jerman, dsb). Konon kabarnya legenda penerjemahan buku-buku asing sudah dimulai pada tahun 1684, seiring dibangunnya institut penerjemahan dan terus berkembang sampai jaman modern. Biasanya terjemahan buku bahasa Jepang sudah tersedia dalam beberapa minggu sejak buku asingnya diterbitkan. Saya biasa membeli buku literatur terjemahan bahasa Jepang karena harganya lebih murah daripada buku asli (bahasa inggris).

8. KERJASAMA KELOMPOK

Budaya di Jepang tidak terlalu mengakomodasi kerja-kerja yang terlalu bersifat individualistik. Termasuk klaim hasil pekerjaan, biasanya ditujukan untuk tim atau kelompok tersebut. Fenomena ini tidak hanya di dunia kerja, kondisi kampus dengan lab penelitiannya juga seperti itu, mengerjakan tugas mata kuliah biasanya juga dalam bentuk kelompok. Kerja dalam kelompok mungkin salah satu kekuatan terbesar orang Jepang. Ada anekdot bahwa “1 orang professor Jepang akan kalah dengan satu orang professor Amerika, hanya 10 orang professor Amerika tidak akan bisa mengalahkan 10 orang professor Jepang yang berkelompok”. Musyawarah mufakat atau sering disebut dengan “rin-gi” adalah ritual dalam kelompok. Keputusan strategis harus dibicarakan dalam “rin-gi”.

9. MANDIRI

Sejak usia dini anak-anak dilatih untuk mandiri. Irsyad, anak saya yang paling gede sempat merasakan masuk TK (Yochien) di Jepang. Dia harus membawa 3 tas besar berisi pakaian ganti, bento (bungkusan makan siang), sepatu ganti, buku-buku, handuk dan sebotol besar minuman yang menggantung di lehernya. Di Yochien setiap anak dilatih untuk membawa perlengkapan sendiri, dan bertanggung jawab terhadap barang miliknya sendiri. Lepas SMA dan masuk bangku kuliah hampir sebagian besar tidak meminta biaya kepada orang tua. Teman-temen seangkatan saya dulu di Saitama University mengandalkan kerja part time untuk biaya sekolah dan kehidupan sehari-hari. Kalaupun kehabisan uang, mereka “meminjam” uang ke orang tua yang itu nanti mereka kembalikan di bulan berikutnya.

10. JAGA TRADISI

Perkembangan teknologi dan ekonomi, tidak membuat bangsa Jepang kehilangan tradisi dan budayanya. Budaya perempuan yang sudah menikah untuk tidak bekerja masih ada dan hidup sampai saat ini. Budaya minta maaf masih menjadi reflek orang Jepang. Kalau suatu hari anda naik sepeda di Jepang dan menabrak pejalan kaki , maka jangan kaget kalau yang kita tabrak malah yang minta maaf duluan. Sampai saat ini orang Jepang relatif menghindari berkata “tidak” untuk apabila mendapat tawaran dari orang lain. Jadi kita harus hati-hati dalam pergaulan dengan orang Jepang karena ”hai” belum tentu “ya” bagi orang Jepang ;) Pertanian merupakan tradisi leluhur dan aset penting di Jepang. Persaingan keras karena masuknya beras Thailand dan Amerika yang murah, tidak menyurutkan langkah pemerintah Jepang untuk melindungi para petaninya. Kabarnya tanah yang dijadikan lahan pertanian mendapatkan pengurangan pajak yang signifikan, termasuk beberapa insentif lain untuk orang-orang yang masih bertahan di dunia pertanian. Pertanian Jepang merupakan salah satu yang tertinggi di dunia.

Mungkin seperti itu 10 resep sukses yang bisa saya rangkumkan. Bangsa Indonesia punya hampir semua resep orang Jepang diatas, hanya mungkin kita belum mengasahnya dengan baik. Di Jepang mahasiswa Indonesia termasuk yang unggul dan bahkan mengalahkan mahasiswa Jepang. Orang Indonesia juga memenangkan berbagai award berlevel internasional. Saya yakin ada faktor “non-teknis” yang membuat Indonesia agak terpuruk dalam teknologi dan ekonomi. Mari kita bersama mencari solusi untuk berbagai permasalahan republik ini. Dan terakhir kita harus tetap mau belajar dan menerima kebaikan dari siapapun juga.



Tulisan ini dikutp dari romisatriowahono.net

Baca Selengkapnya......

Senin, 11 Februari 2008

Dorama

Pernahkah kalian menonton dorama, Kenapa Sich kalian Suka ? Dorama ialah Serial drama jepang. Kisahnya sendiri bermacam-macam jenisnya. Ada yang menceritakan Seorang Perjuangan seorang guru menghadapi murid yang bandel (gokusen,GTO). Ada yang menceritakan Seorang yang pingin menjadi juru masak handal (Bombino) dan hampir semua jenis profesi pernah dibuatkan doramanya.Ada Pembalap(Engine),Pilot(Good Luck),Pramugari (Attentio Please) dan sebagainya. Tidak hanya itu ada juga kisah romantisnya, misalnya Hana Yori Dango (kisahnya hampir sama dengan meteor garden karena mengambil cerita dari manga yang sama), Orange Days, movie compleks dan sebagainya. Mungkin Kalian pernah melihat sinetron buku harian nayla. Sinetron ini merupakan versi indonesia dari Ichi Ritoru Namida, Drama yang mengabil kisah nyata dari seorang gadis yang terkena penyakit sumsum tulang belakang . Penuh inspirasi,pesan moral dan perjuangan itulah gambaran yang ada dalam setiap dorama, seperti kebanyakan drama asia lainnya. Hal ini berbeda dengan drama Barat, yang hanya berputar sekitar kencan, makan malam dan berakhir di tempat tidur. Dorama bisa jadi tontonan alternatif jika kalian juga bosan dengan sinetron indonesia yang panjang tapi gak jelas alur ama konfliknya .. :D

Baca Selengkapnya......